DSA Dekatkan Layanan Kesehatan

Redaksi 26 Agustus 2015 03:54:41 WIB

Dibentuknya Desa Siaga Aktif (DSA) bertjuan selain untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat desa, juga untuk  menyiapsiagakan masyarakat untuk menghadapi masalah-masalah yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat serta memandirikan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Hal tersebut dikemukakan Sekcam Bayan, Su’aidi, S.sos ketika membuka acara rapat koordinasi antara UPTD Kesehatan dengan Muspika dan kepala desa se Kecamatan Bayan, 26/8.  “Inti dari kegiatan desa siaga adalah adalah memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat secara mandiri”, jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Suaidi,  dalam pengembangannya diperlukan langkah-langkah pendekatan edukatif. Yaitu upaya mendampingi (memfasilitasi) masyarakat untuk menjalani proses pembelajaran yang berupa proses pemecahan masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya.

Terkait dengan sasaran DSA menurut Suaidi, untuk mempermudah strategi intervensi, sasaran pengembangan Desa Siaga dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:  semua individu dan keluarga di desa, yang diharapkan mampu melaksanakan hidup sehat, serta perduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayah desanya.

Sementara Kepala UPTD Puskesmas Bayan, H. Husnul Ahadi mengaku DSA merupakan salah satu program unggulan di kecamatan Bayan sehingga disetiap desa sudah terbentuk kepengurusan DSA untuk menuju Indoensia sehat tahun 2020 mendatang.

Program lainnya yang mulai dikembangkan di Kecamatan Bayan adalah membuat sistem benderanisasi masalah gizi pada balita menuju Gizi Buruk Nol (Giburno). “Dan untuk sementara program benderanisasi masalah gizi  dikembangkan di wilayah kerja Puskesmas Bayan, dan untuk Puskesmas Senaru akan menyusul”, kata H. Husnul.

Bendranisasi  Giburno  ini dilakukan karena mengingat di Kecamatan Bayan angka gizi kurang dan buru masih cukup tinggi, seperti tercatat pada tahun 2012, Gizi kurang (Gikur)1092 dan Gizi Buruk (Gibur) 224. Tahun 2013, Gikur 819 dan Gibur 195. Sementara tahun 2014 angkanya menurun yaitu Gikur 498 dan Gibur, 85 anak. Sedangkan sejak Januari hingga Juni 2015 angka Gikur 52 dan Gibur naik menjadi 97 anak.

Melihat kondisi tersebut, lanjut Husnul, pihaknya terus berupaya membua terobosan baru yang salah satunya adalah bendranisasi masalah Giburno, yang tujuan secara umum yaitu menurunkan penemuan gizi buruk dan menurunkan angka kematian balita akibat Gibur. Sementara tujuan khusus dari inovasi ini adalah terpantaunya kasus gizi balita dan menurunkan jumlah kasus Gibur.

Hadir dalam rakor kesehatan ini, selaian Sekcam Bayan juga hadir kepala Puskesmas Senaru, Subardi, para kepala desa se Kecamatan Bayan, petugas puskesmas Senaru dan Bayan serta para kader posyandu dan puluhan undangan lainya. (MSY/ www.suarakomunitas.net )

Komentar atas DSA Dekatkan Layanan Kesehatan

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Google Translit

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
d' Best Translator

Google Analytics

Lokasi Karang Bajo

tampilkan dalam peta lebih besar